Rabu, 19 Agustus 2026 — Pertemuan Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP Fastabiqul Khairat kali ini terasa berbeda. Kami tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mendapat kesempatan untuk mencoba langsung bagaimana menjadi seorang wartawan.
Bersama Ibu Peni selaku pembina dan Pak Reza sebagai pendamping, kami melanjutkan materi tentang ADIKSIMBA (5W+1H) yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kali ini, kami belajar mengenai teknik wawancara.
Sebelum melakukan wawancara secara langsung, kami berlatih terlebih dahulu secara berpasangan dengan teman di sebelah. Kami belajar bagaimana membuat pertanyaan, membuka percakapan, mendengarkan jawaban narasumber, serta mencatat informasi penting.
Awalnya mungkin terlihat sederhana, tetapi ternyata melakukan wawancara membutuhkan keberanian dan kemampuan untuk mendengarkan dengan baik.
Kesempatan Wawancara Langsung
Kesempatan untuk mempraktikkan materi yang sudah dipelajari datang lebih cepat dari yang kami bayangkan. Pada hari yang sama, Perpustakaan SMP Fastabiqul Khairat kedatangan rombongan dosen dan mahasiswa Duta Baca dari Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur.
Kami kemudian diminta menyiapkan enam pertanyaan berdasarkan unsur ADIKSIMBA untuk diajukan kepada narasumber.
Dua teman kami mendapat kesempatan untuk mencoba menjadi wartawan dalam praktik kali ini. Mereka adalah Muhammad Ferisqo Haryanto dari kelas VII Al Jazari sebagai perwakilan peserta laki-laki dan Nayla Kanaya Putri Jasmine dari kelas VII Al Farobi sebagai perwakilan peserta perempuan.
Ferisqo dan Nayla secara bergantian melakukan wawancara dengan dua narasumber, yaitu Andi M. Rheza, Duta Pustaka Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Kaltim 2024, dan Tri Widhi Astuti, Duta Baca Mahasiswa 2026.
Melihat teman melakukan wawancara secara langsung menjadi pengalaman yang menarik bagi kami. Dari kegiatan tersebut, kami belajar bahwa menjadi wartawan bukan hanya tentang mengajukan pertanyaan, tetapi juga tentang bagaimana membangun komunikasi, mendengarkan narasumber, dan mendapatkan informasi yang tepat.
Kegiatan hari itu kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh peserta Ekstrakurikuler Jurnalistik dan para Duta dari Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur.
Bagi kami, pertemuan kali ini bukan sekadar belajar teknik wawancara. Ini adalah langkah kecil untuk menjadi Fast Journalists yang lebih berani bertanya, lebih teliti menggali informasi, dan lebih percaya diri dalam menyampaikan berita.
Terus belajar, terus bertanya, terus berkarya!
Salam Literasi dan Salam Sehat! 📰📚🩺✨
Jurnalistik SMP Fastabiqul Khairat

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)


Komentar
Posting Komentar