Langsung ke konten utama

Pengalaman Ikut Lomba Membatik


Jumat, 7 November 2025 - Saya, Aulia mengikuti lomba membatik pada pukul 13.00 di Gedung Convention Hall. Yang ikut lomba membatik ada tiga siswa putri, yaitu Aulia Zahra Thalita dari kelas 9 Imam Qurthubi, Dzahra Nameera Al Musally, dan Khansa Azzahra Putri Gustaman dari kelas 9 Imam Hasan Al Basri. Mereka bertiga lah yang mengikuti lomba membatik ini.

Lomba membatik ini merupakan bagian dari acara Kaltim Paradise of The East Summer Fest. Di sana banyak hal tentang Indonesia, seperti batik, pernak-pernik, aksesoris khas batik, uang Indonesia, dan lain-lain.
Pada acara Kaltim Paradise of The East ini hadir tiga bintang tamu, yaitu Ibu Ernawati Jatiningrum, Plt. Kepala Museum Bank Indonesia; Quinn Salman, penyanyi dan aktris; serta Bapak Akbar Samudra, Manajer Pengelolaan Uang Rupiah Provinsi Kalimantan Timur.

Di acara tersebut, mereka menjelaskan tentang uang Rupiah, mulai dari sejarah hingga perjalanan panjang Rupiah dari masa ke masa bersama Quinn Salman. Acara ini berlangsung dari pukul 15.30–17.30 setelah lomba membatik. Di sana suasananya sangat seru saat menjelaskan tentang uang Rupiah, bahkan ada juga sesi tanya jawab. Setelah acara tentang uang Rupiah selesai, ada konser dari Quinn Salman. Ia membawakan lagu-lagu yang sangat seru, termasuk lagu dari film “Jumbo”. Pokoknya di sana seru banget.

Pengalaman saat lomba membatik, lomba ini terdiri dari dua kategori, yaitu SMP dan SMA dengan total peserta sebanyak 50 siswa. Lomba membatik ini diberikan waktu 120 menit untuk menyelesaikan karya batiknya, mulai dari proses membuat sketsa, langsung melukis di kain, lalu membatik menggunakan canting dan malam pada kain. Setelah dicanting, kain diwarnai supaya hasilnya bagus dan mewah.

Setelah itu, hasil karya batiknya diberi deskripsi singkat yang mencakup judul karya, sumber ide, dan filosofinya. Pengalamannya lumayan seru walaupun harus sangat sabar saat mencanting. Ketika waktu hampir habis, sempat panik karena masih ada bagian gambar yang belum dicanting dan diwarnai. Mau tidak mau harus diselesaikan dulu secepatnya. Saat MC mengatakan “Hands Up!”, semua sudah selesai dengan canting dan warnanya. Lalu hasil karya dikeringkan di luar Gedung Convention Hall.

Setelah lomba membatik, dilanjutkan dengan talkshow tentang uang Rupiah. Setelah talkshow selesai, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba membatik.

(Aulia Zahra Thalita)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pahlawan Nasional Kalimantan Timur

  Sumber:  Wikipedia Teman-teman, tahukah kalian siapa pahlawan nasional yang berasal dari Kalimantan Timur? Yap! Benar sekali jawabannya adalah Sultan Aji Muhammad Idris. Beliau lahir dari tahun 1667 di Jembayan.  Sultan Aji Muhammad Idris merupakan menantu dari Sultan Wajo  La Madukelleng  berangkat ke tanah Wajo, Sulawesi Selatan untuk turut bertempur melawan  VOC  bersama orang-orang Bugis.  Dengan gagah beraninya Sultan Aji Muhammad Idris menggempur VOC dan akhirnya beliau gugur sebagai syuhada di medan perang, Pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara untuk sementara dipegang oleh Dewan Perwalian.  Sultan Aji Muhammad Idris diangkat menjadi  Pahlawan Nasional pada 10 November 2021. Nama beliau dijadikan pula sebagai nama salah satu perguruan tinggi di Samarinda, Kalimantan Timur. Yuk Teman-teman! Kita seharusnya mengenal pahlawan kita dan meneladani nilai-nilai keteladanan yang telah dicontohkan oleh para pahlawan. Selamat hari pah...

Wawancara Bersama Panitia Bedah Buku SMP Fastabiqul Khairat

Rabu, 22 Oktober 2025 — Saya, Aulia dari tim Jurnalistik SMP Fastabiqul Khairat, berkesempatan mewawancarai salah satu panitia kegiatan Bedah Buku yang diadakan di perpustakaan sekolah kami. Narasumber kali ini adalah Bapak Reza , selaku Ketua Panitia sekaligus Kepala Perpustakaan SMP Fastabiqul Khairat. Berikut hasil wawancara kami: