Langsung ke konten utama

Wawancara Bersama Panitia Bedah Buku SMP Fastabiqul Khairat


Rabu, 22 Oktober 2025 — Saya, Aulia dari tim Jurnalistik SMP Fastabiqul Khairat, berkesempatan mewawancarai salah satu panitia kegiatan Bedah Buku yang diadakan di perpustakaan sekolah kami. Narasumber kali ini adalah Bapak Reza, selaku Ketua Panitia sekaligus Kepala Perpustakaan SMP Fastabiqul Khairat.
Berikut hasil wawancara kami:

Tanya: Apakah buku yang dibedah hari ini bergenre fiksi atau nonfiksi?
Jawab: Buku yang dibedah hari ini berjenis fiksi.

Tanya: Untuk tema bedah buku selanjutnya, apakah panitia memiliki tema tertentu yang diinginkan?
Jawab: Tema yang diinginkan adalah tentang persahabatan dan kehidupan sehari-hari siswa SMP yang dapat menginspirasi siswa-siswi SMP Fastabiqul Khairat.

Tanya: Apakah tema bedah buku ini berkaitan dengan kegiatan literasi sekolah?
Jawab: Temanya berkaitan dengan judul buku masing-masing yang dibedah.

Tanya: Apa tantangan terbesar yang panitia hadapi saat menyiapkan acara bedah buku ini?
Jawab: Tidak ada tantangan besar yang dihadapi. Alhamdulillah, beberapa kendala yang muncul dapat diselesaikan dengan baik.

Tanya: Bagaimana panitia memastikan peserta benar-benar memahami isi buku?
Jawab: Kami memberikan waktu kepada peserta untuk membaca ketiga buku tersebut terlebih dahulu.

Tanya: Apakah panitia memiliki pesan khusus yang ingin disampaikan lewat pemilihan tema buku ini?
Jawab: Pesan khususnya adalah agar seluruh siswa-siswi SMP Fastabiqul Khairat tumbuh rasa semangat untuk terus berkarya melalui literasi, terutama dalam kegiatan menulis dan membaca buku.

Tanya: Apa manfaat yang paling diharapkan panitia dari kegiatan bedah buku ini?
Jawab: Semoga kegiatan bedah buku ini dapat memberikan manfaat bagi siswa-siswi SMP Fastabiqul Khairat, baik sekarang maupun di masa depan.

Tanya: Apakah panitia terinspirasi dari kegiatan literasi lain dalam membuat acara ini?
Jawab: Bedah buku ini merupakan kegiatan tahunan perpustakaan.

Tanya: Apa kesan panitia setelah melihat respons peserta selama kegiatan berlangsung?
Jawab: Kesan kami sangat positif. Kegiatan ini memotivasi dan menginspirasi siswa-siswi SMP Fastabiqul Khairat.

Terima kasih kepada Bapak Reza atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan dalam wawancara ini. Semoga kegiatan bedah buku terus menjadi wadah inspiratif bagi seluruh siswa-siswi SMP Fastabiqul Khairat.

(Aulia Zahra Thalita) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Ikut Lomba Membatik

Jumat, 7 November 2025 - Saya, Aulia mengikuti lomba membatik   pada pukul 13.00 di Gedung Convention Hall. Yang ikut lomba membatik ada tiga siswa putri, yaitu Aulia Zahra Thalita dari kelas 9 Imam Qurthubi, Dzahra Nameera Al Musally , dan Khansa Azzahra Putri Gustaman dari kelas 9 Imam Hasan Al Basri. Mereka bertiga lah yang mengikuti lomba membatik ini. Lomba membatik ini merupakan bagian dari acara Kaltim Paradise of The East Summer Fest . Di sana banyak hal tentang Indonesia, seperti batik, pernak-pernik, aksesoris khas batik, uang Indonesia, dan lain-lain. Pada acara Kaltim Paradise of The East ini hadir tiga bintang tamu, yaitu Ibu Ernawati Jatiningrum , Plt. Kepala Museum Bank Indonesia; Quinn Salman , penyanyi dan aktris; serta Bapak Akbar Samudra , Manajer Pengelolaan Uang Rupiah Provinsi Kalimantan Timur. Di acara tersebut, mereka menjelaskan tentang uang Rupiah, mulai dari sejarah hingga perjalanan panjang Rupiah dari masa ke masa bersama Quinn Salman. Acara ini be...

Pahlawan Nasional Kalimantan Timur

  Sumber:  Wikipedia Teman-teman, tahukah kalian siapa pahlawan nasional yang berasal dari Kalimantan Timur? Yap! Benar sekali jawabannya adalah Sultan Aji Muhammad Idris. Beliau lahir dari tahun 1667 di Jembayan.  Sultan Aji Muhammad Idris merupakan menantu dari Sultan Wajo  La Madukelleng  berangkat ke tanah Wajo, Sulawesi Selatan untuk turut bertempur melawan  VOC  bersama orang-orang Bugis.  Dengan gagah beraninya Sultan Aji Muhammad Idris menggempur VOC dan akhirnya beliau gugur sebagai syuhada di medan perang, Pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara untuk sementara dipegang oleh Dewan Perwalian.  Sultan Aji Muhammad Idris diangkat menjadi  Pahlawan Nasional pada 10 November 2021. Nama beliau dijadikan pula sebagai nama salah satu perguruan tinggi di Samarinda, Kalimantan Timur. Yuk Teman-teman! Kita seharusnya mengenal pahlawan kita dan meneladani nilai-nilai keteladanan yang telah dicontohkan oleh para pahlawan. Selamat hari pah...