Langsung ke konten utama

Wawancara Bedah Buku dengan Tiga Siswi SMP Fastabiqul Khairat



Rabu, 22 Oktober 2025 — Saya, Nazhim, dari tim Jurnalistik SMP Fastabiqul Khairat, berkesempatan mewawancarai tiga siswi inspiratif yang menjadi narasumber dalam kegiatan Bedah Buku di perpustakaan sekolah.

Mereka adalah Fatimah, Abel, dan Rally. Berikut hasil wawancaranya.

1. Apa tujuan kamu dalam mengikuti acara ini?
Fatimah: Tujuan saya mengikuti acara ini adalah untuk menjelaskan isi buku yang saya tulis.
Abel: Tujuan saya juga sama, yaitu untuk menjelaskan isi buku yang saya tulis.


2. Di mana kamu biasanya menulis buku?
Fatimah: Saya menulis buku tersebut menggunakan Microsoft Word.
Abel: Saya juga menulis buku itu di Word.
Rally: Awalnya saya menulis di buku tulis, lalu menyalinnya ke Word.


3. Kapan buku kalian diterbitkan?
Fatimah: Pada bulan Juli 2025.
Abel: Pada bulan September 2025.
Rally: Bulan September 2025 juga.


4. Siapa yang mengadakan acara ini?
Fatimah: Bapak Reza dari perpustakaan SMP Fastabiqul Khairat.
Abel: Bapak Reza dari perpustakaan SMP Fastabiqul Khairat.
Rally: Sama, Bapak Reza dari perpustakaan SMP Fastabiqul Khairat.


5. Mengapa kamu menuliskan buku itu?
Fatimah: Saya mulai menulis buku sejak kelas 7, tapi sempat berhenti karena malas. Akhirnya saya lanjutkan di kelas 8 hingga selesai dan dijadikan bahan bedah buku.
Abel: Saya mulai menulis di kelas 8, lalu sempat berhenti juga karena malas. Setelah itu saya lanjutkan di semester 2 dan akhirnya menjadi bahan bedah buku.
Rally: Saya mulai menulis sejak kelas 7, sempat berhenti juga, lalu saya lanjutkan di kelas 8.


6. Bagaimana cara kalian menulis buku tersebut?
Fatimah: Saya mulai dari mencari referensi, lalu menulis berdasarkan pengalaman dan imajinasi, kemudian mengetiknya di Word.
Abel: Sama seperti Fatimah, saya juga memulai dari referensi, pengalaman, dan imajinasi, lalu menuliskannya di Word.
Rally: Saya mencari referensi dulu, kemudian menulis berdasarkan pengalaman dan imajinasi saya sendiri, lalu menuliskannya di buku.


Kegiatan Bedah Buku ini menjadi bukti nyata bahwa semangat literasi para siswa-siswi SMP Fastabiqul Khairat terus tumbuh. Melalui karya tulis mereka, Fatimah, Abel, dan Rally berharap dapat menginspirasi teman-teman lain untuk berani menulis dan menuangkan ide ke dalam buku.

(M. Nazhim Nur Rahmat)

Dokumentasi: Instagram @smpfk.samarinda



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Ikut Lomba Membatik

Jumat, 7 November 2025 - Saya, Aulia mengikuti lomba membatik   pada pukul 13.00 di Gedung Convention Hall. Yang ikut lomba membatik ada tiga siswa putri, yaitu Aulia Zahra Thalita dari kelas 9 Imam Qurthubi, Dzahra Nameera Al Musally , dan Khansa Azzahra Putri Gustaman dari kelas 9 Imam Hasan Al Basri. Mereka bertiga lah yang mengikuti lomba membatik ini. Lomba membatik ini merupakan bagian dari acara Kaltim Paradise of The East Summer Fest . Di sana banyak hal tentang Indonesia, seperti batik, pernak-pernik, aksesoris khas batik, uang Indonesia, dan lain-lain. Pada acara Kaltim Paradise of The East ini hadir tiga bintang tamu, yaitu Ibu Ernawati Jatiningrum , Plt. Kepala Museum Bank Indonesia; Quinn Salman , penyanyi dan aktris; serta Bapak Akbar Samudra , Manajer Pengelolaan Uang Rupiah Provinsi Kalimantan Timur. Di acara tersebut, mereka menjelaskan tentang uang Rupiah, mulai dari sejarah hingga perjalanan panjang Rupiah dari masa ke masa bersama Quinn Salman. Acara ini be...

Pahlawan Nasional Kalimantan Timur

  Sumber:  Wikipedia Teman-teman, tahukah kalian siapa pahlawan nasional yang berasal dari Kalimantan Timur? Yap! Benar sekali jawabannya adalah Sultan Aji Muhammad Idris. Beliau lahir dari tahun 1667 di Jembayan.  Sultan Aji Muhammad Idris merupakan menantu dari Sultan Wajo  La Madukelleng  berangkat ke tanah Wajo, Sulawesi Selatan untuk turut bertempur melawan  VOC  bersama orang-orang Bugis.  Dengan gagah beraninya Sultan Aji Muhammad Idris menggempur VOC dan akhirnya beliau gugur sebagai syuhada di medan perang, Pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara untuk sementara dipegang oleh Dewan Perwalian.  Sultan Aji Muhammad Idris diangkat menjadi  Pahlawan Nasional pada 10 November 2021. Nama beliau dijadikan pula sebagai nama salah satu perguruan tinggi di Samarinda, Kalimantan Timur. Yuk Teman-teman! Kita seharusnya mengenal pahlawan kita dan meneladani nilai-nilai keteladanan yang telah dicontohkan oleh para pahlawan. Selamat hari pah...

Wawancara Bersama Panitia Bedah Buku SMP Fastabiqul Khairat

Rabu, 22 Oktober 2025 — Saya, Aulia dari tim Jurnalistik SMP Fastabiqul Khairat, berkesempatan mewawancarai salah satu panitia kegiatan Bedah Buku yang diadakan di perpustakaan sekolah kami. Narasumber kali ini adalah Bapak Reza , selaku Ketua Panitia sekaligus Kepala Perpustakaan SMP Fastabiqul Khairat. Berikut hasil wawancara kami: